Pages

Friday, November 11, 2011

Dampak Gelombang Elektromagnetik Bagi Kesehatan

Gelombang Elektromagnetik,
Ancaman kesehatan disekeliling kita !



Medan Elektromagnetik dihasilkan oleh barang-barang yang biasa ditemui dan tumbuh sangat cepat dalam lingkungan yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Pengaruh terhadap kesehatan dan lingkungan oleh Medan Elektromagnetik baik statis maupun yang berubah-rubah dengan waktu. Medan yang berubah-rubah mulai dari frekwensi nol ( listrik searah ) sampai 300 Giga Hz. mendekati batas terats gelombang radio.
Gelombang Elektromagnetik ada disekitar kita, kemanapun kita pergi, tinggal dan tidur, tidak dapat kita hindari. Gelombang Elektromagnetik itu termasuk yang dipancarkan oleh Telepon seluler, oven microwave, hair dryer, shaver, pemotong rumput dan oleh saluran listrik tegangan tinggi.
Menurut WHO, gangguan kesehatan seperti kanker, perubahan perilaku, hilang ingatan, penyakit Parkinson, Alzheimer, AIDS, sindroma kematian bayi yang mendadak, dan masih banyak yang lainnya lagi, termasuk meningkatnya angka bunuh diri diduga merupakan akibat dari pancaran gelombang elektromagnetik.
Pada dasarnya kita hidup diatas bumi telah mendapatkan medan listrik dan medan magnit natural yang disebabkan adanya lapisan ionosfer dan awan-awan yang bermuatan listrik Medan listrik dibawah saluran udara, pada ketinggian 1 m diatas tanah, jauh lebih kecil, sebagai contoh dibawah saluran udara tegangan ekstra tinggi 500 kV, kuat medan pada 1 m dari permukaan tanah lebih kecil dari 10 kV/m. Untuk bagian otak, medan ekuivalen untuk mencapai nilai kerapatan arus yang bisa menyebabkan efek rangsangan adalah 40 kV/m. Sedangkan medan ekuivalen sebesar 4000 kV/m dapat menyebabkan bahaya fibrilasi jantung.
Disamping menyebabkan timbulnya arus induksi, medan listrik pada permukaan tubuh akan menyebabkan gaya pada bulu tubuh atau rambut, sehingga terjadi vibrasi pada bagian-bagian tersebut. Nilai kuat medan dimana stimulasi rambut mulai terasakan sangat bervariasi untuk setiap orang. Nilai medan listrik yang mulai terasa pada bulu tangan 7 kV/m, rambut 23 kV/m, stimulasi ini tidak menyebabkan efek gangguan kesehatan tubuh.
Riset laboratorium tentang pengaruh medan listrik dilakukan oleh Hauf dan kawan-kawan. Pada penelitian tersebut disimpulkan exposure medan listrik yang berkekuatan sampai 20 kV/m tidak menimbulkan efek patologis pada organ-organ tubuh, demikian juga tidak diketemukan adanya stress symptom electrolyte effects, maupun kelainan-kelainan pada keseimbangan enzim tubuh.
Apakah tegangan imbas dari Saluran tegangan Tinggi 500 kV berbahaya ?



Diberitakan bahwa akibat imbas tegangan tinggi, orang merasa mual, sakit kepala, sakit telinga, vibrasi. Selain itu Test-pen dan tube-lamp ( TL ) bisa menyala kalau dipegang dan salah satu ujungnya ditempelkan ketembok rumah.
WHO menetapkan batas toleransi medan magnit listrik adalah 10 kV/m, ini berarti tegangan antara 2 titik bebas berjarak 1 meter pada region imbas adalah 10 kV = 10.000 Volt. Menurut data ilmu kedokteran forensik, kulit telapak tangan yang kering mempunyai resistensi +/- 1.000.000 ohm. Maka arus imbas yang bisa mengalir melalui telapak tangan yaitu 10.000/1.000.000 A = 0,01 A = 10 mA ( sepuluh milliampere ). Arus 10 mA ( sepuluh milliampere ) hanya mengakibatkan kontraksi otot atau kram sehingga aman bagi jiwa manusia.
Data ukur medan listrik di bawah Saluran Tegangan Tinggi 500 kV menunjukkan 0,25 kV/m. Bahaya akan timbul kalau tubuh manusia dalam keadaan basah atau ” grounded ” yang dapat mempunyai tahanan badan hanya 300 ohm. Arus imbas yang mengalir yaitu 250/350 A = 0,833 A = 833 mA.
Akibat listrik / arus lewat rongga dada, 50 sampai beberapa ratus milliampere pada lama kontak diatas satu siklus jantung berakibat denyut nadi tidak ada, pingsan, ancaman kematian dll. Dengan demikian tegangan imbas 0,25 kV/m atau 250 V/m bagi badan manusia dalam keadaan basah atau ‘ grounded ‘ ada bahayanya !
tegangan imbas dalam rumah dapat dihilangkan dengan sistem arde. Walaupun arde dipasang pada rumah-rumah, namun medan magnit listrik masih akan terdapat diluar rumah, yaitu di halaman, dibawah pohon, di jalan, di lapangan bola, di pasar, di kolam, di sawah, dan lain-lain.
Risiko Kesehatan Penggunaan Ponsel

Riset baru tentang risiko kesehtan penggunaan Ponsel (Telepon Seluler) cukup membuat lega pemakai dan calon pemakai Ponsel. Pada waktu lalu ilmuwan dari Inggris dan AS masih meragukan keamanan pemakaian Ponsel dari Risiko bahaya panas gelombang elektromagnetik ke jaringan otak manusia. Kini riset dan studi ilmiah dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura memberikan bukti baru tentang pemakian Mobile Phone (Telepon bergerak) yang hanya menaikkan temperatur panas sangat sedikit ke-kepala manusia, atau sangat sedikit bila dibandingkan jumlah panas yang didapatkan saat kita ber-jalan2 dalam cuaca panas atau terik.
Dua periset itu Lu Yilong & Low Joo Keon mengatakan tiap kepala pemakai HP (Hand Phone) menerima temperatur panas kurang dari 0,15 derajat Celcius, dan menganggap peralatan HP umumnya aman digunakan, karena standard risiko kesehatan akibat gelombang elektromagnetik adalah diatas temperatur 0,25 derajat Celcius. Penelitian efek HP bagi otak manusia menemukan bukti lain, yaitu sebagian besar gelombang elektromagnetik dari telepon bergerak hanya didapatkan pada Antena. Demi perlindungan kesehatan dan keamanan, hasil riset sekaligus menganjurkan supaya Pemakai HP menghindari sentuhan antena ke telinga atau sekujur kepala pada saat melakukan dan menerima hubungan telepon.

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9196169

0 comments:

Post a Comment